Menjalankan Panggilan Tuhan

Kejadian 12 : 1 -10Setiap kita melakukan homeschooling berdasarkan panggilan Allah bagi keluarga kita.
Menjalankan panggilan Tuhan untuk melakukan homeschooling adalah seperti perjalanan yang panjang sebagaimana seperti yang dialami oleh Abraham yang melakukan perjalanan panjang mengikuti panggilan Tuhan keluar dari Haran.
Ada beberapa hal yang dapat kita pelajari dari perjalanan panjang Abraham dalam mengikuti panggilan Allah, sebagai berikut :1. Kejadian 12:4 : “Lalu pergilah Abram seperti yang difirmankan TUHAN kepadanya, dan Lot pun ikut bersama-sama dengan dia; Abram berumur tujuh puluh lima tahun, ketika ia berangkat dari Haran.”
Saat Abraham memutuskan untuk mengikuti panggilan Tuhan, maka  Abraham mulai melangkah dan pergi, hidupnya tidak tinggal di tempat yang sama seperti dulu lagi. Abraham mengalami perubahan “gaya hidup” dari gaya hidup menetap menjadi gaya hidup nomaden (berpindah-pindah).
Hal ini berbicara bahwa ketika kita mengikuti panggilan Tuhan, maka akan terjadi perubahan ‘gaya hidup’, baik gaya hidup masing-masing orang tua, anak-anak dan keluarga kita.
Misalnya, kita melakukan hal yang tidak lazim, di mana anak-anak kita pergi ke sekolah, tapi anak-anak kita ‘kelihatan’nya di rumah saja.
Perubahan gaya hidup juga bisa berarti bahwa hidup kita tidak sama seperti dulu lagi, di mana orang tua harus bayar harga dan menyediakan waktu untuk mengajar anak-anak, tidak bisa santai lagi dan harus merelakan waktu kita untuk investasi masa depan anak-anak kita.

2. Kejadian 12:9 : “Sesudah itu Abram berangkat dan makin jauh ia berjalan ke Tanah Negeb.”
Saat Abraham menuju panggilan Allah, Abraham melakukan perjalanan yang jauh.
Di saat melakukan perjalanan jauh, pasti pernah mengalami rasa bosan, lelah, capai, ingin berhenti dan sebagainya.
Demikian juga saat kita menjalankan homeschooling, adalah keputusan dan perjuangan yang akan dijalankan cukup lama ( waktu sekolah anak-anak adalah waktu yang lama ).
Dalam menjalaninya, kita tidak lepas dari rasa bosan, lelah, capai, ingin berhenti dan sebagainya. Ini adalah hal yang wajar dialami ketika kita sedang berjalan mengikuti panggilan Tuhan.

3. Kejadian 12:10 : “Ketika kelaparan timbul di negeri itu, pergilah Abram ke Mesir untuk tinggal di situ sebagai orang asing, sebab hebat kelaparan di negeri itu.”
Dalam perjalanan Abraham, ia mengalami kelaparan. Kelaparan berbicara tantangan, masalah, dan kesulitan-kesulitan yang dialami.
Hal ini berbicara mengenai tantangan yang dihadapi saat kita menjalani panggilan Allah.
Dalam menjalankan homeschooling, bukanlah perkara yang mudah, pasti akan menghadapi tantangan, masalah dan kesulitan-kesulitan.

Saat berjalan dalam panggilan Allah, ada 2 hal yang membuat Abraham tidak berhenti di tengah jalan, yaitu :

1. Abraham memiliki komitmen yang kuat kepada Tuhan untuk berjalan dalam panggilanNya.
Komitmen kepada Tuhan berarti, apa pun yang terjadi dan tantangan apa pun yang ada, tidak akan menghalanginya untuk berjalan dalam panggilan Tuhan.

2. Kejadian 12:5 : “Abram membawa Sarai, isterinya, dan Lot, anak saudaranya, dan segala harta benda yang didapat mereka dan orang-orang yang diperoleh mereka di Haran; mereka berangkat ke tanah Kanaan, lalu sampai di situ.”
Abraham tidak berjalan sendiri, tapi Abraham berjalan bersama-sama dengan orang-orang yang mempunyai  tujuan yang sama, sehingga mereka dapat saling membangun dan menguatkan di tengah perjalanan mereka.
Demikian juga kita perlu bersama-sama dengan keluarga-keluarga yang memiliki tujuan yang sama, di mana kita akan saling menguatkan dan membangun untuk mencapai tujuan tersebut.

Untuk itu, sesama homeschooler, kita perlu berjalan bersama-sama, membangun hubungan bersama, saling mendoakan , saling menguatkan dan mencari solusi bagi rekan yang memiliki masalah dalam homeschooling.
Dan hal-hal ini dapat dilakukan bersama-sama dalam komunitas antar homeschoolers.

( by : EW )

Leave a Reply

Your email address will not be published.