Ketekunan Menghasilkan Buah yang Matang

Yakobus 1:2-4 :
“Saudara-saudaraku,
anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam
berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu
itu menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah
yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan
suatu apapun.”

Homeshooling adalah sebuah proses yang panjang dan tidak mudah.
Tetapi pada akhirnya, tentu setiap kita merindukan hasil yang maksimal (“buah yang matang”) dari proses ini.
“Buah
yang matang” dari proses homeshooling akan terlihat ketika hidup
anak-anak dapat menjadi berkat bagi orang lain dan bangsa ini.
“Buah” yang dihasilkan dapat dinikmati dan memberkati banyak orang.

Ada langkah yang harus dilalui dalam perjalanan homeshooling kita sampai menghasilkan “buah yang matang”

1. Proses Pencobaan.
Dalam proses homeshooling akan diijinkan Tuhan datangnya masa-masa pencobaan.
Masa pencobaan ini berbicara saat-saat di mana akan muncul :
–  Masalah-masalah yang pelik dalam homeshooling, sehingga seringkali bisa membuat kita merasa down, bahkan burn-out.
–  Tantangan-tantangan yang dapat membuat  kita ingin  berhenti homeschooling.
Misalnya
: kita mulai meragukan panggilan untuk homeschooling, atau pun ada hal
lain yang lebih menarik bagi kita jika dibandingkan homeschooling.

Hal ini merupakan bagian kehidupan yang harus dilalui untuk memperoleh “buah matang”.
Jangan
ijinkan pencobaan menghentikan apa yang sedang kita jalani, Tuhan akan
menyertai dan membuka jalan yang tertutup, agar kita berhasil atas
setiap pencobaan tersebut.

2. Proses Ketekunan.
Dalam proses homeshooling akan ada masa-masa ujian ketekunan.
Di mana para orang tua atau anak bisa mengalami :
–  Kejenuhan/bosan
–  Lelah
–  Kehilangan semangat
–  Frustasi
–  Dll
Hal-hal  seperti ini juga merupakan  bagian dalam proses menghasilkan buah yang matang.
Oleh karena itu, teruslah melangkah, jangan berhenti, belajarlah untuk tekun.
Alangkah
baiknya kita memiliki komunitas yang dapat saling menguatkan, membangun
dan memberikan dukungan ketika kita sedang mengalami kondisi demikian.

Hasil akhir dari seluruh proses ini tentu adalah berkat Tuhan yang luar biasa.
Seluruh perjuangan kita tidak akan pernah sia-sia, karena DIA menyediakan “buah yang matang” pada akhirnya.

Para orang tua, marilah kita terus berjuang bagi masa depan anak-anak kita !!

( by : EW )

Leave a Reply

Your email address will not be published.