Apakah Homeschooling adalah yang Terbaik ?

Tuhan menciptakan setiap manusia dengan design yang unik, setiap orang diciptakan tidak ada yang sama. Apa yang tidak sama? Fisik kita (wajah dan tubuh kita), karakter atau sifat, kemampuan atau talenta, dan rencana Allah dalam diri kita.
Tuhan sudah membuat DESIGN SPECIAL yang TIDAK PERNAH SAMA untuk setiap anak-anak kita.
Mazmur 139:16 menuliskan, “Mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya”.
Oleh sebab itu kita sebagai orang tua harus berdoa dan mencari kehendak Tuhan, apakah anak kita dipanggil Allah untuk homeschooling? (Note : Bukan anak yang menentukan dia mau homeshooling atau tidak).
Jika homeschooling bukan atau belum merupakan panggilan bagi anak-anak kita, kita perlu belajar memahami bahwa Tuhan yang memiliki rencana bagi anak kita walaupun mereka sekolah di sekolah formal.
Kita perlu menangkap apa rencana Tuhan bagi anak-anak kita.
Jika YA bahwa homeschooling merupakan rencana Tuhan bagi anak kita, belajarlah untuk taat melakukannya dan terus melangkah sekalipun ada tantangan yang kita hadapi.

 

Perlu kita ketahui bahwa “anugerah Tuhan” tesedia hanya di “jalannya Tuhan”, artinya jika kita yakin homeschooling ataupun sekolah formal adalah panggilan dan rencana Tuhan, pasti ada anugerah dari-Nya untuk melewati masa sulit dan melewati tantangan dari setiap pilihan yang diambil.
Nah, bagaimana jika ada yang menanyakan, apakah SOSIALISASI menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan masa depan anak kita?
Mari lihat Firman Tuhan, kisah-kisah orang-orang sukses dalam Alkitab dapat menjadi sebuah pemikiran bagi kita untuk pertanyaan ini.
1. Yusuf, karier terakhir : wakil raja Mesir.
Yusuf memiliki faktor sosialisasi yang sangat baik. Dia ada di lingkungan kakak-kakaknya yang jumlahnya cukup banyak.
Di masa muda dia sudah berhubungan sosial dengan banyak orang : para saudagar, pegawai-pegawai Potifar.
2. Daud, karier terakhir : Raja Israel.
Daud memiliki faktor sosialisasi yang KURANG dibandingkan anak-anak sebayanya.
Daud dikucilkan oleh keluarganya. Dia menjadi penggembala kambing domba, sendirian di padang rumput. Mungkin teman baiknya adalah ternaknya sendiri.
Alkitab baru menjelaskan bahwa Daud memilki teman baik, ketika ia bertemu dengan Yonathan (anak Saul).
Jadi boleh disimpulkan, Daud kurang memilliki sosialisasi yang baik di masa kecilnya.
3. Gideon, karier terakhir : Hakim bangsa Israel.
Gideon merupakan contoh kedua orang yang kurang memiliki sosialisai yang baik. Di masa kecilnya justru ia lebih banyak menyendiri bekerja di tempat mengirikan gandum yang tersembunyi bagi orang lain.
Dari ketiga tokoh ini, dapat disimpulkan : Apakah sosialisasi menjadi faktor utama sebuah kesuksesan?
Tentu jawabnya : BUKAN merupakan faktor UTAMA.
Sebab masih banyak faktor lain yang menentukan sebuah keberhasilan/kesuksesan dalam hidup ini.
Apa saja ?
Mari belajarlah faktor yang umum yang dimiliki oleh semua orang sukses di Alkitab, sebagai berikut :
1. Hubungan pribadinya dengan Allah
2. Ketaatannya kepada Allah
3. Kesediaannya untuk berjalan dalam panggilan Allah
Justru ketiga hal di ataslah yang dimiliki secara umum oleh semua orang sukses di Alkitab seperti : Daud, Yusuf, Musa, Gideon, Samuel, Paulus, dan lainnya.
Dan … salah satu tujuan kita melakukan homeschooling adalah kita ingin menanamkan nilai-nilai tersebut bagi anak-anak kita.
Kalau bukan orang tua, siapa lagi ?
( by : EW )

Leave a Reply

Your email address will not be published.